Kamis, 28 Februari 2013

RANGKUMAN SKL KELAS 9 TAHUN 2013



RANGKUMAN SKL  KELAS  9  TAHUN 2013
1.     Mengidenfikasi peninggalan Z. Batu
a.  Palaeolithikum (Zaman Batu Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.
Contoh alat-alat tsb adalah :
·a.Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong untuk   menggali umbi2 an
·     Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan. 
.    Kapak perimbas untuk mengguliti binatang
a.    Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi    Kebudayaan Pacitan dan  Ngandong
b.         Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
a.    "kjoken modinger" (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah.
b.    Alat-alat zaman Mesolithikum :
Kapak genggam (peble),  Kapak pendek (hache Courte),    Pipisan (batu-batu penggiling)   Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah Alat-alat ini  banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
c.  Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut "Abris Sous Roches " Adapun alat-alat tersebut adalah :
·           Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
·           Ujung mata panah,  batu penggilingan (pipisan),  kapak,  alat-alat dari tulang dan  tanduk rusa,
·           Alat-alat ini ditemukan  di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang) 
c.Neolithikum (Zaman Batu Muda)
zaman ini terjadi Revolusi budaya.
Contoh alat tersebut :
a.  Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
b. Kapak Bahu,  sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
c.   Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
b.    Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
a.     Menhir , adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek  moyang
b.      Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
c.     Sarkopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
d.     Kubur batu/waruga yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
e.       Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
2.   ZAMAN LOGAM
a..        Zaman Tembaga = tidak terjadi di Indonesia
      b.          Zaman Perunggu
·           Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas.
·           Nekara perunggu(Moko), berbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin.
          Kebudayaan ini  sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina 
2.       Sastera Zaman Majapahit
·  Karya sastra zaman majapahit awal : Kitab Negarakertagama (Mpu prapanca),Kitab Sutasoma  ( Bhinneka Tunggal Ika ) dan Arjuna wiwaha (Mpu tantular ),Kitab Kunjarakarna,Kitab parthayajana.
·  Karya sastra jaman majapahit akhir : Kitab pararaton, Kitab kidung Sundayana, Kitab surandoka,Kitab ranggalawe, Kitab panji wijayakrama, Kitab usana jawa, Kitab usana bali, Kitab Paman canggah, Tangtu pagelaran, Calon arang,Korawasrama, Tantri kamandaka dan pancatantra.


3. Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam berdiri tahun 1586 dengan raja yang pertama Sutawijaya yang bergelar Panembahans Senopati (1586-1601). Pengganti Penembahan Senopati adalah Mas Jolang (1601 – 1613). Dalam usahanya mempersatukan kerajaan-kerajaan Islam di Pantai untuk memperkuat kedudukan politik dan ekonomi Mataram. Mas Jolang gugur dalam pertempuran di Krapyak sehingga dikenal dengan nama Panembahan Seda Krapyak.
Kerajaan Mataram kemudian diperintah Sultan Agung pada masa inilah Mataram mencapai puncak kejayaan. Wilayah Mataram bertambah luas meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat kemajuan yang dicapai Sultan Agung meliputi :
1) Bidang Politik
Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan menyerang VOC di Batavia. Serangan Mataram terhadap VOC dilakukan tahun 1628 dan 1929 tetapi gagal mengusir VOC. Penyebab kegagalan antara lain :
a. Jaraknya terlalu jauh yang mengurangi ketahanan prajurit Mataram
b. Kekurangan persediaan makanan
c. Pasukan Mataram kalah dalam persenjataan dan pengalaman perang.
2) Bidang Ekonomi
Kerajaan Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi
3) Bidang Sosial Budaya
  1. Munculnya kebudayaan kejawen yang merupakan kebudayaan asli Jawa dengan kebudayaan Islam
  2. Sultan Agung berhasil menyusun Tarikh Jawa
  3. Ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat, sultan Agung mengarang kita sastra Gending Nitisruti dan Astabrata.
Sepeninggal Sultan Agung tahun 1645, kerajaan mataram mengalami kemunduran sebab penggantinya cenderung bekerjasama dengan VOC.
4.       Perlawanan Imam Bonjol
Peristiwa ini berawal dari gerakan Paderi untuk memurnikan ajaran Islam di wilayah Minangkabau, Sumatra Barat. Perang ini dikenal dengan nama Perang Paderi karena merupakan perang antara kaum Paderi/kaum putih/golongan agama melawan kaum hitam/kaum Adat dan Belanda.
Tokoh-tokoh pendukung kaum Paderi adalah Tuanku Nan Renceh, Tuanku Kota Tua, Tuanku Mensiangan, Tuanku Pasaman, Tuanku Tambusi, dan Tuanku Imam.
Jalannya Perang Paderi dapat dibagi menjadi 3 tahapan, berikut:
1 ) Tahap I, tahun 1803 – 1821
Ciri perang tahap pertama ini adalah murni perang saudara dan belum ada campur tangan pihak luar, dalam hal ini Belanda. Perang ini mengalami perkembangan baru saat kaum Adat meminta bantuan kepada Belanda. Sejak itu dimulailah Perang Paderi melawan Belanda.
2 ) Tahap II, tahun 1822 – 1832
Tahap ini ditandai dengan meredanya pertempuran karena Belanda berhasil mengadakan perjanjian dengan kaum Paderi yang makin melemah. Pada tahun 1825, berhubung dengan adanya perlawanan Diponegoro di Jawa, pemerintah Hindia Belanda dihadapkan pada kesulitan baru. Kekuatan militer Belanda terbatas, dan harus menghadapi dua perlawanan besar yaitu perlawanan kaum Paderi dan perlawanan Diponegoro.
Oleh karena itu, Belanda mengadakan perjanjian perdamaian dengan Kaum Paderi. Perjanjian tersebut adalah Perjanjian Masang (1825) yang berisi masalah gencatan senjata di antara kedua belah pihak. Setelah Perang Diponegoro selesai, Belanda kembali menggempur kaum Paderi di bawah pimpinan Letnan Kolonel Ellout tahun 1831. Kemudian, disusul juga oleh pasukan yang dipimpin Mayor Michiels.Pada saat ini Imam Bonjol diadu domba dgn Sentot Alibasah Prawirodirjo ( Perang diponegoro)
3 ) Tahap III, tahun 1832 – 1838
Perang pada tahap ini adalah perang semesta rakyat Minangkabau mengusir Belanda. Sejak tahun 1831 kaum Adat dan kaum Paderi bersatu melawan Belanda yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
Pertempuran itu berakhir dengan penangkapan Tuanku Imam, yang langsung dibawa ke Padang. Selanjutnya atas perintah Letkol Michiels, Tuanku Imam diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat pada tahun 1838. Kemudian pada tahun 1839 dipindah ke Ambon. Tiga tahun kemudian dipindah ke Manado sampai meninggal pada tanggal 6 November 1964 pada usia 92 tahun.
5. Kebijakan Raffles
Kebijakan Raffles  dikenal sistem sewa tanah (Landrent). Sistem sewa tanah disebut juga sistem pajak tanah. Rakyat atau para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa, karena semua tanah dianggap milik negara. Berikut ini pokok-pokok sistem Landrent.
a. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan.
b. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara bupati.
c. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah.
Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberal yang hendak mewujudkan kebebasan dan kepastian hukum. Prinsip kebebasan mencakup kebebasan menanam dan kebebasan perdagangan. Kesejahteraan hendak dicapainya dengan memberikan kebebasan dan jaminan hukum kepada rakyat sehingga tidak menjadi korban kesewenang-wenangan para penguasa.
Dalam pelaksanaannya, sistem Landrent di Indonesia mengalami kegagalan, karena:
a. sulit menentukan besar kecilnya pajak untuk pemilik tanah yang luasnya berbeda,
b. sulit menentukan luas sempit dan tingkat kesuburan tanah,
c. terbatasnya jumlah pegawai, dan
d. masyarakat pedesaan belum terbiasa dengan sistem uang.
6.                Sebab2/Faktor pendorong pergerakan nasional
a.Internal Factors
ž penderitaan rakyat
ž munculnya gol. pelajar
ž mengenang kejayaan masa kerj. Sriwijaya dan majapahit
ž keinginan lepas dari penjajahan
b.External Factors
ž kemenangan Jepang atas Rusia(1904 – 1905)      
ž pengaruh nasionalisme negara-negara tetangga
 Contoh:
  1. Philipines led by Jose Rizal
  2. India led by Mahatma Gandhi
  3. Turkey led by Mustafa Kemal Pasha
  4. China led by Dr. Sun Yat Sen
  5. Egypt led by Gamal Abdul Nasser
ž pernyataan Wodroow Wilson ttg hak2 asasi manusia
ž berkembangnya liberalisme

7.                Peristiwa sekitar Proklamasi
a.       Peristiwa Rengas dengklok
Pada akhirnya terdapat perbedaan antara golongan tua dan golongan muda. Perbedaan pendapat tersebut mendorong golongan muda untuk membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta ke Rengasdengklok pada dini hari 16 Agustus 1945. Tujuan dilakukannya pengasingan tersebut adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena berada jauh dari jalan raya utama Jakarta-Cirebon dan di sana dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.Di Rengasdengklok Soekarno dan Hatta menempati rumah milik warga masyarakat yang bernama Jo Ki Song keturunan Tionghoa.

b.      Perumusan naskah proklamasi
PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI 16/8/1945
1.    Rencana awal : Hotel DES INDES
2.    TKP    :           R. MAKAN LAKS. MAEDA
3.    Jalan   :           JL. MIYOKODORI /IMAM BONJOL NO 1
4.    Tokoh2 yg berperan
a.    Penulis Naskah   : Soekarno    
b.    Perancang Alinea 1 : Achmad Soebarjo
c.    Perancang Alinea 2 : Moh Hatta
d.    Pengetik naskah
e.    Mengusulkan ttd oleh Soekarno Hatta SOEKARNI
f.     Mengusulkan ttd oleh anggota PPKI   CHAERUL SALEH
g.    Mengusulkan ttd oleh semua yg hadir MOH HATTA
5.    Perubahan Naskah oleh Sayuti melik
A.   Tempoeh              -----à TEMPO
B.   17’8’05                  ----- > HARI 17 BOELAN 8 TAHOEN 05
C.    WAKIL2 BGS IND ----- > ATAS NAMA BGS IND
6.    Perbedaan naskah Klad dan outentik
a.    Klad    : tulisan tgn soekarno, tdk ada ttd soekarno hatta
b.    Autentik : ketikan sayuti melik, sdh ada ttd soekarno
8.PERISTIWA PERTEMPURAN 5 HARI di SEMARANG (15 – 19 Okt 45)
Pertempuran 5 Hari atau Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia di Semarang melawan Tentara Jepang. Pertempuran ini adalah perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi (bedakan dengan Peristiwa 10 November - perlawanan terhebat rakyat Indonesia dalam melawan sekutu dan Belanda).
Pertempuran dimulai pada tanggal 15 Oktober 1945 (walau kenyataannya suasana sudah mulai memanas sebelumnya) dan berakhir tanggal 20 Oktober 1945. 2 hal utama yang menyebabkan pertempuran ini terjadi karena larinya tentara Jepang dan tewasnya dr. Kariadi

Kaburnya tawanan Jepang

Hal pertama yang menyulut kemarahan para pemuda Indonesia adalah ketika pemuda Indonesia memindahkan tawanan Jepang dari Cepiring ke Bulu, dan di tengah jalan mereka kabur dan bergabung dengan pasukan Kidobutai dibawah pimpinan Jendral Nakamura. Kidobutai terkenal sebagai pasukan yang paling berani, dan untuk maksud mencari perlindungan mereka bergabung bersama pasukan Kidobutai di Jatingaleh.

Tewasnya Dr. Kariadi

Setelah kaburnya tawanan Jepang, pada Minggu, 14 Oktober 1945, pukul 6.30 WIB, pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat di depan RS Purusara. Mereka menyita sedan milik Kempetai dan merampas senjata mereka. Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan kemudian menjebloskannya ke Penjara Bulu. Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Kota Semarang Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota Polisi Istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Sore itu tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu. Rakyat pun menjadi gelisah. Cadangan air di Candi, desa Wungkal, (Sekarang menjadi kawasan industri Candi Semarang) waktu itu adalah satu-satunya sumber mata air di kota Semarang. Sebagai kepala RS Purusara (sekarang Rumah Sakit Kariadi) Dokter Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas Magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu. Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Isteri dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi mengingat keadaan yang sangat genting itu. Namun dr. Kariadi berpendapat lain, ia harus menyelidiki kebenaran desas-desus itu karena menyangkut nyawa ribuan warga Semarang. Akhirnya drg. Soenarti tidak bisa berbuat apa-apa. Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran. Bersama tentara pelajar yang menyopiri mobil yang ditumpanginya, dr. Kariadi ditembak secara keji. Peristiwa ini di monumnkan pada TUGU MUDA
9.AKIBAT Perang Dunia  II
1. Bidang Politik
  Munculnya negara superpower yaitu Amerika dan Uni Soviet.
  Terjadinya perang dingin antara blok Barat dan blok Timur           
  Berkembangnya pergerakan nasional di Asia.
  Pembentukan aliansi militer  spt, NATO, Pakta Warsawa
  Munculnya negara merdeka tetapi tidak bersatu.
Spt : Jerman barat timur, korea utara selatan, Cina RRC Taiwan,
2. Bidang Ekonomi
  Perekonomian dunia hancur.
  Jepang dan jerman berkembang menjadi negara industri yang besar
3.  Bidang Sosial
  Meningkatnya peranan golongan terpelajar
  Berdirinya organisasi sosial untuk korban perang
  Munculnya PBB
10. PERUNDINGAN LINGGARJATI DAN RENVILLE
a. Perundingan Linggarjati
Tanggal : 10 November 1945 - 15 November 1945
Tempat : Kuningan, Jawa Barat
Pemimpin delegasi :
- Sutan Syahrir (Indonesia)
- Schermerhorn (Belanda)
- Lord K. (Inggris)

Isi perundingan :
1. Pemerintah Belanda mengakui Jawa, Madura, dan Sumatera secara de facto
2. Pemerintah Belanda dan RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya negara federal (serikat), yaitu RIS (Republik Indonesia Serikat)
3. Dibentuknya Uni Indonesia-Belanda
b.Perundingan Renville
Tanggal : 8 Desember 1947
Tempat : Kapal Renville (milik AS)
Pemimpin delegasi :
- Amir Syafrudin (Indonesia)
- Abdul Kadir (Belanda

Isi perundingan :
1. Pelaksanaan gencatan senjata
2. Dibuat garis demarkasi / pemisah antara wilayah RI dengan penduduka Belanda
3. Daerah-daerah yang berada di belakang garis Van Mook harus ditinggalkan pasukan RI
11. Kebijakan Ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin
Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membuat Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonominya menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan bermuara pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik, dan ekonomi. Tapi nyatanya, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah pada masa itu belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.

Hal-hal penting yang  terjadi, antara lain:
  1. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang, seperti uang pecahan kertas Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1.000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
  2. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Kondisi ini dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962, harga barang-baranga naik hingga 400 persen.
  3. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1.000 menjadi Rp 1. Sehingga, uang rupiah baru mestinya dihargai 1.000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka, tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini, banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat.
12. Peran PBB dalam Pengembalian Irian Barat
A.    Persetujuan New York
 Pada tanggal  15 Agustus 1962 ditandatangani persetujuan antara Indonesia dan Belanda di Markas Besar PBB di New York , yang kemudian dikenal dengan Persetujuan New York. 
    Adapun isi perjanjian New York antara lain :
1.      Mulai tanggal  1 Oktober 1962  kekuasaan Belanda atas Irian Barat berakhir : Untuk selanjutnya Irian Barat dikuasai oleh pemerintah sementara PBB  yang disebut UNTEA ( United Nations Temporary Execative Auyhority ) . Sejak itulah bendera Belanda diturunkan  diganti dengan  bendera PBB
2.      Mulai tanggal 1 Oktober 1962 sampai dengan  1 Mei 1963  Irian Barat berada dibawah kekuasaan PBB : Pemerintahan sementara PBB ( UNTEA) berada dibawah pimpinan Jalal Abdoh  dari Iran , sedangkan sebagai gubernur Irian Barat yang petama adalah E.J. Bonay, putra  asli Irian Barat. Untuk menjamin keamanan di Irian Barat PBB membentuk United Nations Security Forces ( UNSF ) dibawah pimpinan  Brigadir Jenderal Said Uddin Khan dari Pakistan . Secara berangsur- angsur angkatan perang Belanda dipulangkan dan sebagian ditempatkan dibawah pengawasan PBB dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan operasi militer. Antara Irian Barat dan daerah Indonesia lainnya berlaku lalu lintas bebas .
3.      Mulai tanggal 31 Desember 1962 bendera merah putih  berkibar disamping bendera PBB
4.      Pada tanggal 1 Mei 1963 secara resmi PBB menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah RI
Sebagai bagian dari Persetujuan New York Indonesia menerima kewajiban untuk mengadakan “ Penentuan Pendapat Rakyat “ ( Ascertainment of the wishes of the people ) atau dikenal dengan istilah Pepera , di Irian Barat sebelum  akhir tahun 1969 . Dengan ketentuan bahwa kedua belah pihak : Belanda – Indonesia akan menerima  keputusan  hasil penentuan pendapat rakyat Irian Barat tersebut.
13.PEMBERONTAKAN DI /TII Di JABAR DAN JATENG
1.      Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat:
                     Pada tanggal 7 Agustus 1949 Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo memproklamasikan kemerdekaan Negara Islam Indonesia (NII  ) di desa Cisayong – kawasan gunung Geber – Tasikmalaya - Jawa Barat . Pemberontakan gerakan DI. TII melakukan perampokan  dan membakar  pemukiman penduduk, membongkar jalur kereta api, menyiksa dan membunuh rakyat . Upaya untuk memadamkan pemberontakan DI / TII cukup menyulitkan karena :
-          Beberapa orang Belanda membantu gerakan pemberontakan tsb
-          Situasi politik negara tidak stabil, karena juga harus  berhadapan dengan Belanda.
-          Medan  pemberontakan di daerah pegunungan
-          Pasukan Kartosuwiryo leluasa bergerak membaur dengan masyarakat
Akhirnya  TNI melalui operasi Pagar Betis , pada  tanggal 4 Juni  1962 Kartosuwiryo beserta keluarga dan pengawal- pengawalnya dapat ditangkap hidup- hidup di kawasan  gunung Geber – Tasikmalaya. Pada tanggal 14 Agustus 1962 Kartosuwiryo diadili di Mahkamah Angkatan Darat dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 16 Agustus 1962.

2.      Pemberontakan DI / TII di Jawa Tengah :
                   Pemberontakan DI / TII di Jawa Tengah berlangsung di berbagai daerah secara terpisah.   Di  Brebes, Tegal dan Pekalongan , pemberontakan DI / TII dipimpin oleh Amir Fatah  yang pada tanggal  23 Agustus 1949 memproklamasian berdirinya Negara Islam Indonesia  (NII  )di desa Pangarasan – Tegal . Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI melalui Operasi Guntur .
1.           Proses Berakhirnya ORDE BARU
A.    Berakhirnya orde baru , krisis ekonomi dan gerakam reformasi
1.      Krisis ekonomi :
Ketika dunia dilanda krisis moneter, tak terkecuali Indonesia yang ditandai dengan terus merosotnya nilai rupiah terhadap dolar. Krisis moneter yang melanda Indonesia berimbas pada krisis ekonomi  yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan .Adapun dampak krisis moneter  bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia adalah :
-          Rusaknya tatanan perekonomian yang ditandai dengan kebangkrutan perbankan, perusahaan dan berbagai badan usaha lainnya
-          Gelombang pemutusan hubungan kerja ( PHK) yang merupakan dampak dari kebangkrutan sektor usaha tidak bisa dibendung lagi
-          Melonjaknya harga- harga kebutuhan pokok mengakibatkan kemiskinan semakin meningkat
-          Muncul krisis kepercayaan  terhadap pemerintah orde baru.
Dalam kondisi  negara mengalami krisis moneter, pihak IMF mengulurkan bantuan pinjaman  senilai 23 miltar dolar kepada pemerintah Indonesia  yang diberikan secara bertahap. Sekitar 16 bank dilikuidasi karena dianggap tidak layak operasi dan memanggil menteri- menteri ekonomi dan gubernur BI untuk membahas cara mengatasi krisis moneter ini . Akan tetapi pemerintah  tetap tidak mampu mengatasi permasalahan, bahkan harga sembako mulai melambung dan kelangkaan barang berlangsung dimana- mana.
2.      Gerakan reformasi  :
                           Pada tanggal 10 Maret  1998 jenderal Soeharto terpilih kembali menjadi presiden RI  untuk periode 1998 – 2003 untuk ke tujuh kalinya.masyarakat mulai merasa jenuh dengan  kepemimpinan presiden Soeharto, apalagi tatkala presiden mengumumkan susunan kabinet pembangunan VII yang dinilai masyarakat penuh dengan nepotisme.
Tak urung berbagai aksi penentangan pun mulai bermunculan. Diawali dengan aksi para mahasiswa di Jakarta yang diikuti kaum cendekiawan mulai mengadakan  demonstrasi menyuarakan reformasi.  Meski aksi mereka banyak menimbulkan bentrokan dari aparat keamanan, namun upaya menyuarakan reformasi terus bergema dimana- mana.
              Gerakan reformasi yang dipelopori kaum mahasiswa dan cendekiawan ini banyak dipengaruhi oleh Prof. Dr H. Amien Rais MA , dosen sospol UGM  yang dianggap sebagai figur pencetus ide reformasi.
   Gencarnya arus unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa banyak mendapat tekanan dari pihak keamanan  yang berusaha keras memadamkan aksi unjuk rasa, sehingga bentrokan berdarahpun tak terelakkan lagi. Pada tanggal 1 Mei 1998 Moses Gatotkaca, seorang mahasiswa Sanata Dharma – Yogyakarta  tewas saat berunjuk rasa dengan luka  di kepala.
           Perjuangan para mahasiswa menyuarakan reformasi dan menuntut pengunduran diri presiden Soeharto semakin gencar , tidak gentar dengan sikap keras yang ditunjukkan oleh pihak keamanan. Para mahasiswa dari berbagai  perguruan tinggi di Jakarta beramai- ramai mengepung dan menduduki gedung DPR / MPR Peristiwa berdarahpun tak urung mewarnai aksi para mahasiswa ini , yang dikenal dengan tragedi Trisakti dan tragedi Semanggi  pada tanggal 12  Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti :
-          Hafidhin  A Royan
-          Hendrawan Sie
-          Elang Mulia Lesmana
-          Hery Hartanto
Tragedi Trisakti dan Semanggi telah memancing kemarahan rakyat . Kerusuhan , penjarahan dan pembakaranpun merajalela menimbulkan kekacauan di ibu kota.
Pada tanggal 19 Mei 1998 presiden Soeharto berusaha mengatasi keadaan dengan rencana membentuk kabinet Reformasi yang diketuai dirinya, namun rencana tersebut tidak mendapat sambutan dari berbagai pihak. Sementara desakan pengunduran diri presiden Soeharto semakin marak.
                  Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 jam 09.00 di Gedung Istana Merdeka  presiden Soeharto menyatakan pengunduran dirinya sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatan presiden kepada BJ Habibie yang  sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden.
       Dengan pengunduran diri presiden Soeharto  maka berakhir sudah pemerintahan orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun .
2.    GERAKAN NON BLOK
A.    Gerakan Non Blok dan peran Indonesia
1.      Latar belakang :
Gerakan Non Blok ( GNB ) muncul karena adanya peang dingin ( cold war) antara blok barat ( Amerika Serikat) dengan blok timur ( Sovyet )., sehingga perlu adanya wadah bagi negara- negara yang tidak termasuk dalam salah satu blok tsb. Prinsip- prinsip Gerakan Non Blok tersebut muncul dalam Konfeensi Asia Afrika ( tahun 1955 ) dan dipertegas dalam KTT Gerakan Non Blok I di Beograd tahun 1961 . Gerakan tsb memegang teguh prinsip- prinsip hidup damai berdampingan dalam bidang ekonomi, politik dan sosial.
2.      Pendiri :
Gerakan Non Blok ( GNB ) berdiri pada tahun 1961 dipelopori oleh lima pemimpin negara yaitu :
-          Presiden Soekarno ( Indonesia )
-          Presiden Josef Bros Tito ( Yugoslavia)
-          Presiden Gamal Abdul Naser ( Mesir )
-          Perdana Menteri Pangir Jawahrlal Nehru  ( India)
-          Perdana Menteri Kwame Nkrumah  ( Ghana)
3.      Tujuan
 Gerakan Non Blok ( GNB )  bertujuan :    Menghimpun negara berkembang yang tidak termasuk dalam blok barat/ blok timur untuk turut serta meredakan ketegangan dunia.
4.       Peran Indonesia :
Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok adalah :
-          Sebagai salah satu negara pencetus berdirinya gerakan non  blok
-          Pernah duduk sebagai ketua gerakan non blok  untuk periode tahun 1992 – 1995
-          Pernah sebagai tuan rumah penyelenggara KTT Non Blok di tahun 1992

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar