Senin, 16 April 2012

MASA PENJAJAHAN JEPANG

MASA PENJAJAHAN JEPANG
LATAR BELAKANG PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Restorasi Meiji  yaitu program pembaharuan pemerintah Jepang.
Keinginan Jepang menguasai Asia.
Jepang ingin menjadi negara Industri.
Jepang anti terhadap imperialisme barat.
TUJUAN JEPANG MENJAJAH INDONESIA
    1. Indonesia dijadikan sumber memperoleh bahan baku.
    2.Rakyat Indonesia untuk dijadikan kekuatan      menghadapi Sekutu
A. MASUKNYA JEPANG KE INDONESIA
11 Januari 1942 Jepang mendarat di Tarakan Kalimantan Timur untuk menguasai sumber minyak mentah
B. PERJANJIAN KALIJATI
Tanggal 8 Maret 1942, Belanda menyerah pada Jepang. Penyerahan di Kalijati, Subang, Jabar. 
*Pihak Belanda:Letjen Ter Porten 
*Pihak Jepang Letjen : Hitoshi Imamura
* Gubernur Jendral Hindia-Belanda : Tjarda van Starkenborgh Starchouwer
C. PEMERINTAHAN JEPANG DI INDONESIA
Jepang membentuk pemerintahan militer yang terdiri dari :
Pemerintah Tentara ke enam belas  AD dengan   wilayah Jawa dan  Madura pusat Jakarta.
Pemerintah  Tentara ke dua puluh lima  AD dengan  wilayah Sumatra pusat Bukittinggi.
Pemerintah armada  AL dengan wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Papua, Maluku pusat  Makasar.
 Ketiga wilayah pemerintahan ini dipimpin Kepala staf dengan gelar GUNSEIKAN.
D. PROPAGANDA JEPANG:
1) Gerakan 3A:
                Jepang pemimpin asia
                Jepang pelindung asia
                Jepang cahaya asia
Ketua : Mr Syamsuddin
2. Jepang adalah saudara tua Indonesia
3. Memberikan janji kemerdekaan ( oleh PM. Koiso)
4. Jepang membentuk PUTERA (Pusat tenaga Rakyat)

E. Pemerasan Jepang
1. Sumber daya Alam
Wajib menanam jarak
Ilegal logging pohon jati
Makanan pokok
2. Sumber daya manusia
a. Non Militer
     - Romusha (kerja paksa)
   - Jugun Ianfu
b. Semi militer
DIBENTUK GERAKAN MASSA
Seinendan        = Barisan pemuda
Seinentai          = Barisan murid-murid SMP
Gakukotai         = Barisan murid SD
Fujin-Seinentai = Barisan gadis-gadis.
Fujinkai              = Barisan wanita.
Keibodan          = Barisan Cadangan Polisi.
Jawa hokokai= Himpunan Kebaktian Rakjat Djawa
c. Militer
PETA ( Pembela tanah Air)
Heiho (pembantu prajurit).
Syuisintai ( barisan Pelopor)
Jibakutai ( Pasukan Berani mati)
F. AKIBAT PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA
Dampak/ akibat Positif
- Mendapat latihan kemiliteran
-. bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa komunikasi nasional
-. bidang ekonomi didirikannya kumyai yaitu koperasi
- Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT)
 - sistem Nipon sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
-
sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan.
 - Dibentuknya BPUPKIdan PPKI untuk mempersiapkan kemerdekaan       Indonesia
Dampak /akibat negative
- Penghapusan semua organisasi politik
-Romusha
-Krisis ekonomi yang sangat parah
-Pembatasan pers
-Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi yang parah seperti perampokan, pemerkosaan
-Pelarangan terhadap buku-buku berbahasa Belanda dan Inggris
-Terjadinya banjir krn pemalakan hutan secara liar
  
F. PERGERAKAN MASSA DAN PERLAWANAN TERHADAP JEPANG
Ada dua strategi yang digunakan para pejuang Indonesia dalam menghadapi pemerintah penduduk Jepang, yakni :
1. Kooperatif, cara bekerja sama dengan Jepang, dengan mengikuti organisasi-organisasi Jepang.      Dengan demikian mereka mendapat pelajaran militer dari organisasi-organisasi tersebut.
2. Non kooperatif, tidak mau bekerjasama dengan Jepang mereka membentuk organisasi dan            perlawanan rakyat / tokoh2 agama/ PETA

Kooperatif
Menjadi anggota PUTERA
PETA
Jawa Hokokai
BPUPKI dan PPKI
Cuo Sangi In
Non Kooperatif
1. Membentuk organisasi bawah tanah
a.Kelompok Syahrir, beranggotakan kaum terpelajar di berbagai kota.
b. Kelompok Amir Syarifudin yang antifasis dan menolak bekerja sama dengan Jepang
c. Golongan Persatuan Mahasiswa yang sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa kedokteran
d. Kelompok Sukarni, yang anggotanya antara lain Adam Malik, Pandu Wiguna, Chaerul Saleh dan Maruto Mitimiharjo
e. Golongan Kaigun, yang anggotanya bekerja pada angkatan laut Jepang
f. Pemuda Menteng, yang bermarkas di Gedung Menteng 31 Jakarta.
2. Perlawanan Rakyat
- Perlawanan Cot Plieng, Aceh ,10 November 1942 è   Tengku Abdul Jalil
- Perlawanan rakyat Singaparna, Jawa Barat ,25 Februari 1944 è K.H. Zainal Mustafa
- Perlawanan rakyat Indramayu, Jawa Barat ,Juli 1944 è H. Madriyas
3.Perlawanan PETA
1.Pemberontakan Teuku Hamid, aceh
2. Perlawanan PETA di Blitar Syodanco Supriyadi
3. Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap , Kusaeri
4. Gerakan bawah tanah bentuk perlawanan terhadap pemerintah Jepang yang dilakukan rakyat Indonesia dapat pula melihat bentuk gerakan bawah tanah seperti yang dilakukan oleh:
1. Kelompok Sutan Syahrir di daerah Jakarta dan Jawa Barat     dengan cara menyamar sebagai pedagang nanas di Sindanglaya.
2. Kelompok Sukarni, Adam Malik dan Pandu Wiguna. Mereka berhasil menyusup sebagai pegawai kantor pusat propaganda Jepang Sendenbu (sekarang kantor berita Antara)
3. Kelompok Syarif Thayeb, Eri Sudewo dan Chairul Saleh. Mereka adalah kelompok mahasiswa dan pelajar.
4. Kelompok Mr. Achmad Subardjo, Sudiro dan Wikana. Mereka adalah kelompok gerakan Kaigun (AL) Jepang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar